1) Adaptasi (Adaptation)
Adaptasi merupakan teknik penerjemahan dengan menggantikan unsur budaya bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran.
Contoh:
I cook Spaghetti
Aku memasak Mie Jawa
Contoh:
I cook Spaghetti
Aku memasak Mie Jawa
2)
Amplifikasi (Amplification)
Amplifikasi merupakan penambahan detail informasi pada bahasa sasaran. Penambahan ini bisa melalui parafrase, eksplisitasi atau penambahan informasi.
Contoh:
She likes swimming
Shanty suka berenang.
Contoh:
She likes swimming
Shanty suka berenang.
3)
Amplifikasi Linguistik
(Linguistic Amplification)
Amplifikasi linguistik merupakan penambahan unsur linguistik pada bahasa sasaran. Sejatinya, unsur-unsur linguistik ini tidak ada dalam bahasa sumber.
Contoh:
Go?
Apakah kamu mau pergi?
Contoh:
Go?
Apakah kamu mau pergi?
4)
Deskripsi (Description)
Deskripsi merujuk pada penggantian istilah dengan deskripsi dengan gambaran bentuk atau fungsi dari istilah yang dideskripsikan.
I want to buy Burger
Aku mau beli roti yang di tengahnya terdapat daging, sayur, tomat, bawang bombay, saus dan mayones.
I want to buy Burger
Aku mau beli roti yang di tengahnya terdapat daging, sayur, tomat, bawang bombay, saus dan mayones.
5)
Generalisasi (Generalization)
Generalisasi dilakukan dengan menggunakan istilah yang lebih umum. Dalam bahasa sumber istilah yang dipakai adalah istilah khusus, sedangkan dalam bahasa sasaran istilah yang dipakai lebih umum.
contoh:
I go to Palembang by bus.
Aku pergi ke Palembang dengan angkutan umum.
contoh:
I go to Palembang by bus.
Aku pergi ke Palembang dengan angkutan umum.
6)
Kalke (Calque)
Kalke merujuk pada penerjemahan harfiah. Unit penerjemahan dalam kalke merupakan frasa. Penerjemahan kalke mengikuti kaidah bahasa sasaran.
contoh:
Vice precident
Wakil presiden
contoh:
Vice precident
Wakil presiden
7)
Kesepadanan Lazim (Established Equivalent)
Kesepadanan lazim merupakan penggunaan istilah yang lazim di dalam bahasa sasaran. Teknik ini digunakan berdasarkan konteks yang ada. Misalnya, kata I see bisa diterjemahkan dengan aku melihat atau aku mengerti tergantung pada konteks yang ada dalam teks.
8)
Kompensasi (Compensation)
Kompensasi memilki konsep yang hampir sama dengan transposisi. Akan tetapi, pemindahan ini dipengaruhi oleh unsur stilistika.
He is my..... boyfriend
Dia pacar..... ku
He is my..... boyfriend
Dia pacar..... ku
9)
Kompresi Linguistik (Linguistic Compression)
Kebalikan dari amplifikasi linguistik, kompresi linguistik merupakan pemadatan unsur linguistik.
Contoh:
Do you want to leave now?
pergii sekarang?
Contoh:
Do you want to leave now?
pergii sekarang?
10) Kreasi
Diskursif (Discursive Creation)
kreasi diskursif merupakan teknik penerjemahan yang bertujuan untuk mendapatkan kesepadan sementara. pada dasarnya teknik ini merupakan hasil kreatifitas dari penerjemah dan kesepadanan yang di capai seringkali ke luar dari konteks.
Contoh:
Gone Girl
Yang hilang
Contoh:
Gone Girl
Yang hilang
11) Modulasi
(Modulation)
Modulasi merupakan pengubahan sudut pandang, tapi masih merujuk pada makna yang sama.
Contoh:
Nobody hates me
Semua orang menyukaiku
Contoh:
Nobody hates me
Semua orang menyukaiku
12) Partikularisasi
(Particularization)
Kebalikan dari generalisasi, partikularisasi merujuk pada penggunaan istilah yang lebih khusus. Pada bahasa sumber, penuilis menggunakan istilah yang umum sedangkan penerjemah mentransfernya menjadi istilah yang lebih khusus.
I got here by mass transfortation
Aku ke sini dengan angkot.
I got here by mass transfortation
Aku ke sini dengan angkot.
13) Peminjaman
(Borrowing)
Peminjaman dilakukan dengan meminjam istilah yang ada pada bahasa sumber. peminjaman ini bisa bersifat murni (pure borrowing) atau alamiah (natural borrowing).
Contoh:
There are so many stereotypes
Murni
Begitu banyak stereotype
Natural
Begitu banyak stereotipe.
Contoh:
There are so many stereotypes
Murni
Begitu banyak stereotype
Natural
Begitu banyak stereotipe.
14) Penerjemahan
Harfiah (Literal Translation)
Penerjemahan harfiah merupakan penerjemahan kata per kata.
Contoh:
Like father like son
seperti ayah seperti anak
Contoh:
Like father like son
seperti ayah seperti anak
15) Reduksi
(Reduction)
kebalikan dari amplifikasi, reduksi merupakan pemadatan informasi.
contoh:
The book is too expensive
buku ini mahal.
contoh:
The book is too expensive
buku ini mahal.
16) Substitusi
(Substitution)
Hampir sama dengan adaptasi, substitusi merupakan penggantian unsur linguistik ke paralinguistik atau sebaliknya.
I agree with you
menganggukkan kepala
I agree with you
menganggukkan kepala
17) Transposisi
(Transposition)
transposisi merujuk pada pengubahan unsur gramatikal atau struktural.
I like his cheer
Aku suka dia bersemangat
I like his cheer
Aku suka dia bersemangat
18) Variasi
(Variation)
Teknik variasi digunakan dengan mengganti unsur linguistik atau paralinguistik yang kemudian berpegaruh terhadap aspek keragaman liunguistik misalnya gaya bahasa, dialek, dll.
contoh:
I don't like it
aku tak suka itu.
contoh:
I don't like it
aku tak suka itu.
Sumber:
Molina, L dan A.H. Albir. 2002. Translation
Technique Revisited: A Dynamic and Functionalist Approach. Meta: Journal des Tranducteurs/Meta: Translator’s Journal, XLVII
(4), 498-512.
0 komentar:
Posting Komentar